Rumah Islam

Mari Bersama Belajar dan Membangun Islam

Wednesday, Feb 08th

Last update:11:25:17 PM GMT

You are here: Tafsir Ath Thabari QS 001 - Al Fatihah Tafsir Ath Thabari QS 001 - Al Fatihah : 1 - الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)

Tafsir Ath Thabari QS 001 - Al Fatihah : 1 - الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)

Indeks Artikel
Tafsir Ath Thabari QS 001 - Al Fatihah : 1 - الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)
Tafsir Thabari : QS 001 - Arahman Arrahim 2
Tafsir Thabari : QS 001 - Arahman Arrahim 3
Tafsir Thabari : QS 001 - Arahman Arrahim 4
Semua Halaman

Tafsir Al Qur'an - Tafsir Ath Thabari  الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ   (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang).


Abu Ja'far berkata :
kata الرَّحْمنِ mengikuti bentuk kata قعلان yang berasal dari akar kata رحم dan الرَّحِيْمِ   adalah mengikuti bentuk kata فعيل dari akar kata yang sama. Orang Arab seringkali membentuk kata benda dari kata kerja  قعل يفعلatas  قعلان seperti perkataan mereka عطش يعطس عطشان , غضب يضب غضبان , سكر يسكر سكران demikian pula perkataan mereka: رحم يرحم رحمن Adapun bentuk kata  رحيمkarena ia pujian, dimana orang Arab jika menyebut kata benda yang berindikasi pujian atau celaan maka mereka menyesuaikannya dengan bentuk kata فعيل, misalnya dari akar kata :  علم  adalah     عالمdan    عليم, dan dari akar kata : adalah قدر dan قادر
Kalau ada orang yang berkata, jika kata الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ adalah dua nama yang diambil dari kata الرحمة (kasih sayang), lalu kenapa ia diulang sementara maknanya sama?
Jawabannya: ia tidak seperti yang Anda duga, akan tetapi masing-masing dari keduanya memiliki makna yang tersendiri. Adapun secara etimologi, tidak seorang pun ahli bahasa yang memungkiri bahwa kata ; الرَّحْمنِ memiliki makna yang lebih spesifik daripada kata الرَّحِيْمِ meskipun keduanya berasal dari akar kata yang sama. Kemudian, dari akar kata aslinya maknanya lebih spesifik daripada bentuk kata benda aslinya, dimana yang disifati dengannya lebih utama daripada yang disifati dengan kata benda aslinya jika menyangkut pujian atau celaan. Adapun dari sisi riwayat ditemukan sejumlah pendapat yang berbeda.
1.    As-Sari bin Yahya At-Tamimi menceritakan kepadaku, katanya, Utsman bin Zufar menceritakan kepada kami, katanya, aku mendengar Al Arzami  metafsirkan : الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ   katanya, الرَّحْمنِ  meliputi seluruh makhluk, dan    الرَّحِيْمِ khusus untuk orang-orang yang beriman.
2.    Ismail bin Fadhi menceritakan kepada kami, katanya, Ibrahim bin 'Ala' menceritakan kepada kami, katanya, Ismail bin Ayyasy menceritakan kepada kami dari Ismail bin Yahya, dan Ibnu Abi Mulaikah, dari orang yang menceritakan kepadanya, dari Ibnu Mis'ud dan Mas'ar bin Kidam, dari Athiyah Al Aufi, dan Abu Sa'id Al Khudri, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,
إِنَّ عِيْسَى بْنُ مَرْيَمْ قَالَ : الرَّحْمنُ : رَحْمَنُ الاَخِرَةِ وَ الّدُنْيَا , الرَّحِيْمُ : رَحِيْمُ الاَجِرةِ
“Bahwa Isa bin Maryam mengatakan, الرَّحْمنِ  adalah Maha Pengasih di dunia dan akhirat, dan الرَّحِيْمِ adalah Maha Penyayang diakhirat. "
    Kedua riwayat ini menginformasikan bahwa masing masing dari keduanya memiliki makna tersendiri. Dan jika ada orang yang bertanya, "Lalu yang mana diantara kedua petafsiran tersebut yang lebih utama menurut Anda?"