Rumah Islam

Mari Bersama Belajar dan Membangun Islam

Tuesday, May 22nd

Last update:11:25:17 PM GMT

You are here: Tafsir Ath Thabari QS 001 - Al Fatihah Tafsir Ath Thabari QS 001 - Al Fatihah : 1 - للَّهِ

Tafsir Ath Thabari QS 001 - Al Fatihah : 1 - للَّهِ

Abu Ja'far berkata : "Adapun penakwilan kata اللَّهِ menurut makna yang diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas adalah : "Yang di Tuhan kan oleh segala sesuatu dan disernbah oleh seluruh makhluk."
Abu Karib menceritakan kepada kami, katanya, Utsman bin Sa'id menceritakan kepada kami, katanya, Basyar bin Imarah menceritakan kepada kami, katanya, Abu Rauq menceritakan kepada kami dari Adh Dhahak dari Abdullah bin Abbas, ia berkata, Allah berhak di Tuhan kan dan disembah oleh seluruh makhluk Nya.
Jika ada yang mengatakan, "Apakah secara bahasa kata اللَّهِ mempunyai akar kata?" Jawabannya : Secara pendengaran tidak ada, namun secara indikasi ada.
Jika ia berkata lagi, "Apakah dalil yang menunjukkan bahwa Tuhan berarti Yang berhak disembah, dan memiliki akar kata secara bahasa?" Jawabannya : Tidak ada larangan dan perselisihan pendapat diantara orang Arab dalam hal ini. Sebagaimana ucapan Ru'bah bin Al Ajaj  dalam syairnya :
لِلّهَ دُرُّ الغَانِيَاتِ لْمُدَّهِ , سَبَّحْنَ وَاسْتَرْ جَعْنَ مَنْ تَأَلَّهَى
"Alangkah baiknya wanita cantikyang fidak berdandan, mereka bertasbih dan beristirja' kepada Tuhan. "

Dan tidak diragukan bahwa kata التأله memiliki akar kata : أله يأله, dan makna أله jika diucapkan berarti menyembah Allah. lamemiliki kata sifat yang menunjukkan bahwa orang Arab menggunakannya dengan bentuk kata فعل يفعل tanpa tambahan, sebagaiamana riwayat berikut :

  1. Sufyan bin Waki' menceritakan kepada kami, katanya., bapakku. menceritakan kepada kami dari Nafi' bin Umar, dari Amru bin Dinar, dari Ibnu Abbas, bahwa ia membaca : ويذرك وإلاهتك   ia. berkata, menyembah Mu, dan mengatakan, bahwa Dia. disembah dan. bukan menyembah.
  2. Sufyan menceritakan kepada kami, katanya, Ibnu Uyainah menceritakan kepada kami dari Amru bin Dinar, dari Muhammad bin Amru bin Al Hasan, dari Ibnu Abbas : ويذرك وإلاهتك ia berkata, hal itu karena Fir'aun disembah dan tidak menyembah. 
  3. Al Qasim menceritakan kepada kami, katanya, Al Husain bin Daud menceritakan. kepada kami, katanya, Hajjaj memberitahukan kepadaku dari Ibnu Juraij dari Mujahid, ia membaca : ويذرك وإلاهتك dan katanya, menyembah Mu.
Dan tidak diragukan lagi bahwa kata الإلاهة sesuai penafsiran Ibnu Abbas dan Mujahid adalah kata sifat dari akar kata أله yang berarti menyembah, dari perkataan orang : أله اللّه قلان إلاهة  seperti ucapan orang : عبد اللّإلاهة..
Jika ia berkata, kalau orang yang menyembah Allah bisa dikatakan : ألهة sesuai penakwilan IbnuAbbas dan Mujahid, lalu apa yang harus dikatakan jika seseorang hendak memberitahukan bahwa Allah telah mewajibkan hal itu atas hamba Nya? Jawabannya : Tidak ada riwayat yang kami dapatkan, melainkan harus mengqiyaskan hadits yang ada dan Rasulullah SAW, yaitu :

Ismail bin Fadhl menceritakan kepada kami, katanya, Ibrahim bin ‘Ala’ menceritakan kepada kami, katanya., Ismail bin Ayyasy menceritakan kepada kami dari Ismail bin Yahya, dari Ibnu Abi Mulaikah, dari orang yang menceritakm kepadanya, dan Ibnu Mas'ud dan Mis'ar bin Kidam  dari Athiyah Al Aufi , dari Abu Sa'id, ia berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Isa bin Maryam diserahkan oleh ibunya kepada seorang guru agar mengajarinya, lalu sang guru berkata kepadanya, tulislah Allah, maka Isa berkata kepadanya, apakah engkau tahu apa itu Allah? Allah adalah Tuhan segala tuhan.” 
Jadi, lafazh اللَّهِ berasal dari perkataan orang Arab : الإله, dimana huruf hamzah dibuang, dan huruf lam yang asli bertemu dengan huruf lam tambahan, lalu keduanya melebur menjadi satu. Dan jadilah lafazh اللَّهِ.  Jika ia berkata lagi, "Bagaimana hal itu dapat dibenarkan, sementara lafadznya berbeda.?" Jawabannya : Sebagaimana hal itu dibenarkan dalam firman Allah لَكِنَّا هُوَ اللّه رَبِّي وَلاَ أُشْرِكُ بِربِّي أَحَدًا  yang asalnya adalah : لَكِن أنا هوَ اللّه رَبِّي وَلاَ أُشْرِكُ بِرَبِّي أَحًَا  seperti ucapan seorang penyair :
 
وَتَرْمِيْنَنِى بِالطًرفِ أَى أَنْتَ مُذْنِبُ , وَتقلينَنِى لكتِ إِيَّاكَلاَ أقلى0

"Engkau menuduhku : kamu berdusta, dan membenciku tetapi aku tidak membencimu '