Rumah Islam

Mari Bersama Belajar dan Membangun Islam

Wednesday, Feb 08th

Last update:11:25:17 PM GMT

You are here: Tafsir Ath Thabari QS 001 - Al Fatihah Tafsir Ath Thabari QS 001 - Al Fatihah : 1 - بِسْمِ

Tafsir Ath Thabari QS 001 - Al Fatihah : 1 - بِسْمِ

Indeks Artikel
Tafsir Ath Thabari QS 001 - Al Fatihah : 1 - بِسْمِ
Tafsir Ath Thabari Bismi - 2
Tafsir Ath Thabari Bismi 3
Semua Halaman

بِسْمِ ( 'dengan menyebut nama) dalam kalimat بِسْمِ اللَّه

Abu Ja'far berkata : "Sesungguhnya Allah telah mengajarkan kepada Nabi Nya SAW agar mendahulukan nama Nya yang mulia atas sekalian perbuatan Nya, dan menjadikan apa yang telah diaJjrkan kepada Nabi Nya tersebut sebagai Sunnah yang patut diikuti oleh semua makhluk Nya dalam memulai setiap pembicaraan, penulisan surat, buku, dan aktifitas mereka; sehingga makna yang dzahir dari indikasi بِسْمِ اللَّهِ  mencukupi makna yang tersembunyi dari maksud pengucapnya. Hurf itu karena huruf baa' pada kata بِسْمِ اللَّهِ  menghendaki adanya suatu pekerjaan, dan tidak ada pekerjaan yang tampak padanya, sehingga sekedar mendengar kata diucapkan, maka orang yang mendengamya telah memahami maksud pengucapannya. Hal ini seperti orang yang ditanya, "Apakah yang kau makan hari ini?’ Ia menjawab, "Makanan." tanpa harus menjawab, “Aku memakan makanan."

Dengan demikian, jika seseorang mengucapkan lafazh بِسْمِ اللَّه الرَّحْمنِ الرّحِيْمِ ِ kemudian ia memulai sebuah surah, maka artinya secara logis ialah : "Aku membaca dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang." Demikian juga jika ada orang yang mengucapkan lafazh بِسْمِ اللَّهِ  ketika hendak berdiri atau duduk atau apa saja, maka maksudnya, "Aku hendak berdiri dengan menyebut nama Allah, aku hendak duduk dengan menyebut nama Allah, dan seterusnya. Juga apa yang kami katakan ini sesuai dengan ucapan Ibnu Abbas sebagai berikut, bahwa :
Abu Karib menceritakan kepada kami, katanya, Utsman bin Sa'id menceritakan kepada kami, katanya Basyar bin Imarah menceritakan kepada kami, katanya, Abu Rauq menceritakan kepada kami dari Adh Dhahak dari Abdullah bin Abbas, ia berkata, "Yang pertama turun dari Jibril kepada Muhammad adalah : ia mengatakan,'Wahai Muhammad! Ucapkanlah, 'Aku berindung dengan Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari syetan yang terkutuk', kemudian berkata lagi, 'Ucapkanlah'Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang', ia berkata, Jibril berkata kepadanya, "Ucapkanlah, 'Bismillah' wahai Muhammad." la berkata, "Bacalah dengan dzikir (menyebut) Allah, Tuhanmu, bangun dan duduklah dengan berdzikir kepada Allah.” (Ad Daraquthi dalam sunan (1/307) dan As Suyuthi dalam Ad Durr Al Mantsur (1/7))

Abu Ja'far berkata : "Jika ada yang mengatakan, apabila penakwilan بِسْمِ اللَّهِ  seperti yang Anda katakan, lalu bagaimana kalimat بِسْمِ اللَّهِ  dapat berarti "Aku membaca dengan namaAllah", "Aku berdiri dengan nama AlIah', atau "Aku duduk dengan nama Allah?" padahal Anda mengetahui bahwa setiap orang yang membaca Al Qur'an, berdiri, atau duduk, semuanya hanya dengan taufiq dan pertolongan Allah. Dan alangkah tepatnya (jika memang demikian)  dikatakan : بِاللَّه الرَّحْمنِ الرّحِيْمِ ِ dan bukan بِسْمِ اللَّه الرَّحْمنِ الرّحِيْمِ ِ karena orang yang mengatakan, “Aku membaca dengan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang" atau "Aku berdiri dengan Allah' maknanya lebih jelas daripada mengatakan, "Aku membaca dengan nama Allah atau "Aku berdiri dengan nama Allah" karena perkataan ini menyiratkan makna. kerancuan pada pendengarnya yaitu selain Allah?
Jawabannya : bahwa makna yang dimaksud tidak seperti yang Anda pahami. Dimana kata بِسْمِ اللَّهِ  artinya, "Aku memulai sesuatu dengan menyebut nama Allah" atau "Aku membaca dengan menyebut nama Allah", atau "Aku berdiri dengan menyebut namaAllah dan mengingatNya, bukan artinya, "Aku membaca dengan Allah" atau "Aku. berdiri dengan Allah."