| Indeks Artikel |
|---|
| Agama Bangsa Arab |
| Agama Bangsa Arab Sebelum Islam |
| Agama Bangsa Arab Sebelum Islam 2 |
| Semua Halaman |

Mayoritas Bangsa Arab mengikuti dakwah Isma'il Alaihis-Salam, yaitu tatkala beliau menyeru kepada agama bapaknya, Ibrahim Alaihis-Salam, yang intinya menyembah kepada Allah, mengesakan-Nya dan memeluk agama-Nya. Waktu bergulir sekian lama, hingga banyak di antara mereka yang melalaikan ajaran yang Pernah disampaikan kepada mereka. Sekalipun begitu masih ada sisa-sisa tauhid dan beberapa syiar dari agama Ibrahim, hingga muncul Amr bin Luhay, pemimpin Bani Khuza'ah. Dia tumbuh sebagai orang yang dikenal suka berbuat bajik, mengeluarkan shadaqah dan respek terhadap urusan-urusan agama, sehingga semua orang mencintainya dan hampir-hampir mereka menganggapnya sebagai salah seorang ulama besar dan wali yang disegani.
Kemudian dia mengadakan perjalanan ke Syam. Di sana dia melihat penduduk Syam yang menyembah berhala dan menganggap hal itu sebagai sesuatu yang baik serta benar. Sebab menurutnya, Syam adalah tempat para rasul dan kitab. Maka dia pulang sambil membawa Hubal dan meletakkannya di dalam Ka'bah.
Setelah itu dia mengajak penduduk Makkah untuk membuat persekutuan terhadap Allah. Orang-orang Hijaz pun banyak yang mengikuti penduduk Makkah, karena mereka dianggap sebagai pengawas Ka'bah dan penduduk tanah suci. (dikutip dari Mukhtashar Siratir-Rasul Shallallahu Alaihi wa Sallam, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, hal. 12.) Berhala mereka yang terdahulu adalah Manat, yang ditempatkan di Musyallal di tepi laut Merah di dekat Qudaid. Kemudian mereka membuat Lata di Tha'if dan Uzza di Wady Nakhlah. Inilah tiga berhala yang paling besar.
Setelah itu kemusyrikan semakin merebak dan berhala-berhala yang lebih kecil bertebaran di setiap tempat di Hijaz. Dikisahkan bahwa Amr bin Luhay mempunyai pembantu dari jenis jin. Jin ini memberitahukan kepadanya bahwa berhala-berhala kaum Nuh (Wud, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr) terpendam di Jiddah. Maka dia datang ke sana dan mengangkatnya, lalu membawanya ke Tihamah. Setelah tiba musim haji, dia Menyerahkan berhala-berhala itu kepada berbagai kabilah. Akhirnya berhala-berhala itu kembali ke tempat asalnya masing-masing, sehingga setiap kabilah dan di setiap rumah hampir pasti ada berhalanya. Mereka juga memenuhi Masjidil Haram dengan berbagai macam berhala patung. Tatkala Rasulullah Shallallahu Alaihi menaklukan Makkah, di sekitar Ka 'bah ada tiga ratus enam puluh berhala. Beliau menghancurkan berhala-berhala itu hingga runtuh semua, lalu memerintahkan agar berhala-berhala tersebut dikeluarkan dari masjid dan dibakar.
Begitulah kisah kemusyrikan dan penyembahan terhadap berhala yang menjadi fenomena terbesar dari agama orang-orang Jahiliyah, yang menganggap dirinya berada pada agama Ibrahim.
Mereka juga mempunyai beberapa tradisi dan upacara penyembahan berhala, yang mayoriras diciptakan Amr bin Luhay. Sementara orang-orang mengira apa yang diciptakan Amr itu adalah sesuatu yang baru baik serta tidak merubah agama Ibrahim. Di antara upacara penyembahan berhala yang mereka lakukan adalah:









