
Peradaban anak keturunan Nabat bersinar di Hijaz Utara. Mereka mampu mendirikan pemerintahan yang kuat dan menguasai daerah-daerah di sekitarnya, dan menjadikan AI-Bathra' sebagai ibukotanya. Tak seorang pun berani memusuhi mereka hingga datang pasukan Romawi yang melindas mereka. Setelah melakukan penyelidikan yang mendalam dan penelitian yang akurat, As-Sayyid Sulaiman An-Nadwy menegaskan bahwa raja-raja keturunan Ghassan, termasuk Aus dan Khazraj, bukan berasal dari keturunan Qahthan, tetapi dari keturunan Nabat, anak Isma'il. (Lihat buku TarikhuArdhil-Qur'an, 2/78-86)
Sedangkan anak keturunan Qidar bin Isma'il tetap menetap di Makkah, beranak pinak di sana hingga menurunkan Adnan dan anaknya Ma'ad. Dari dialah keturunan Arab Adnaniyah masih bisa dipertahankan keberadaannya.
Adnan adalah kakek kedua puluh dua dalam silsilah keturunan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Diriwayatkan bahwa jika beliau menyebutkan nasabnya dan sampai kepada Adnan, maka beliau berhenti dan bersabda, "Para ahli silsilah nasab banyak yang berdusta.” Lalu beliau tidak melanjutkannya. Segolongan ulama memperbolehkan mengangkat nasab dari Adnan ke atas, dengan berlandaskan kepada hadits yang memang mengisyaratkan hal itu. Menurut mereka, antara Adnan ampai Ibrahim Alaihis-Salam ada empat puluh keturunan, yang didasarkan kepada penelitian yang cukup mendetail.(Rahmatun Lil-Alamin, 2/7, 8, l4-l7 )
Keturunan Ma'ad dari anaknya Nizar telah berpencar kemana-mana. Menurut suatu pendapat, Nizar adalah satu-satunya anak Ma'ad. Sedangkan Nizar sendiri mempunyai empat anak, yang kemudian berkembang menjadi empat kabilah yang besar, yaitu:
- Iyad,
- Anmar,
- Rabi'ah dan
- Mudhar.
Dua kabilah terakhir inilah yang paling banyak marga dan sukunya. Dari Rabi'ah ada Asad bin Rabi'ah, Anzah, Abdul-Qais, dua anak Wa'il, Bakr dan Taghlib, Hanifah dan lain-lainnya. Sedangkan kabilah Mudhar berkembang menjadi dua suku yang besar, yaitu Qais Ailan bin Mudhar dan marga-marga Ilyas bin Mudhar. Dari Qais Ailan ada Bani Sulaim, Bani Hawazin, Bani Ghathafan. Dari Ghathafan ada Abs, Dzibyan, Asyja' dan Ghany bin A'shar. Dari Ilyas bin Mudhar ada Tamim bin Murrah, Hudzail bin Mudrikah, Bani Asad bin Khuzaimah dan marga-marga Kinanah bin Khuzaimah. Dari Kinanah ada Quraisy, yaitu anak keturunan Fihr bin Malik bin An-Nadhar bin Kinanah.
Quraisy terbagi menjadi beberapa kabilah, yang terkenal adalah
- Jumuh,
- Sahm,
- Ady,
- Makhzum,
- Taim,
- Zuhrah dan
- suku-suku Qushay bin Kilab, yaitu Abdud-Dar bin Qushay, Asad bin Abdul-Uzza bin Qushay dan Abdi Manaf bin Qushay.
Abdi Manaf mempunyai empat anak:
- Abdi Syams,
- Naufal,
- Al Muththalib dan
- Hasyim.
“ Sesungguhnya Allah telah memilih Isma’il dari anak Ibrahim memilih Kinanah dari anak Isma’il, memilih Quraisy dari Bani Qinanah, memilih Bani Hasyim dari Quraisy dan memilihku dari Bani Hasyim “ (diriwayatkan Nuslim dan At-Tirmidzy).
Dari Al-Abbas bin Abdul Muththalib, dia berkata, “ Rasululloh Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda “,
“ Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk, lalu menjadikanku dari sebaik-baik golongan mereka dan sebaik-baik dua golongan, kemudian memilih beberapa kabilah, lalu menjadikanku dari sebaik-baik kabilah, kemudian memilih beberapa keluarga lalu menjadikan dari sebaik-baik keluarga mereka, maka adalah sebaik-baik diri dan sebaik-baik keluarga di antara mereka.” (Diriwayatkan At-Tirmidzy)
Setelah anak-anak Adnan menjadi banyak, mereka berpencar diberbagai tempat di penjuru jazirah Arab, masing-masing mencari tempat yang strategis dan daerah yang subur.
- Abdul-Qais dan anak-anak Bakr bin Wa’il serta anak-anak Tamim pindah ke Bahrain dan menetap di sana.
- Bani Hanifah bin Sha’b bin Ali bin Bakr pindah ke Yamamah dan menetap Hijr, ibukota Yamamah.
- Semua keluarga Bakr bin Wa’il menetap di berbagai penjuru Yamamah, membentang hingga Bahrain.
- Taghlib di jazirah Eufrat dan sebagian anak keturunannya bergabung dengan Bakr.
- Bani Tamim menetap di Basrah,
- Bani Sulaim menetap di dekat Madinah, dari lembah-lembah di pinggiran Madinah hingga ke Khaibar, di bagian timur Madinah dan penghujung Hurrah.
- Tsaqif menetap di Tha’if,
- Hawazin di timur Makkah, antara Makkah dan Basrah.
- Bani Asad menetap di timur Taima’ dan barat Kufah. Di antara mereka dan Taima' ada perkampungan Buhtur dari Thai'. Sedangkan jarak dari tempat mereka ke Kufah bisa ditempuh selama perjalanan lima hari.
- Dzubyan menetap di dekat Taima' hingga ke Hawazin.
- Di Tihamah ada beberapa suku Kinanah, sedangkan
- Di Makkah ada suku-suku Quraisy. Mereka berpencar-pencar dan tidak ada sesuatu yang bisa menghimpun mereka, hingga muncul Qushay bin Kilab. Dialah yang telah menyatukan mereka dan membentuk satu kesatuan yang bisa mengangkat kedudukan mereka. (Muhadharatu Tarikhil-Umam Al-Islamiyah, Al-Hashry, l/l5-l6)
| Ismail dan Keluarganya< Sebelumnya | Berikutnya >Pembagian Kekuasaan dan Imarah (Kepemimpinan) Bangsa Arab |
|---|









