Rumah Islam

Mari Bersama Belajar dan Membangun Islam

Tuesday, May 22nd

Last update:11:25:17 PM GMT

Kaum-kaum Bangsa Arab

Ditilik dari silsilah keturunan dan cikal-bakalnya, para sejarawan, membagi kaum-kaum bangsa Arab menjadi tiga bagian, yaitu: 

 

  1. Arab Ba'idah, yaitu kaum-kaum Arab terdahulu yang sejarahnya tidak bisa dilacak secara rinci dan komplit, seperti Ad, Tsamud, Thasm, Judais, Amlaq dan lain-lainnya. 
  2. Arab Aribah, yaitu kaum-kaum Arab yang berasal dari keturunan Ya'rub bin Yasyjub bin Qahthan, atau disebut pula ArabQahthanifah. 
  3. Arab Musta'ribah, Yaitu kaum-kaum Arab Yang berasal dari keturunan lsma'il, yang disebut pula Arab Adnaniyah. 

 

Tempat kelahiran Arab Aribah atau kaum Qahthan adalah negeri Yaman, lalu berkembang menjadi beberapa kabilah dan suku, yang terkenaI adalah dua kabilah: 

 

  1. Kabilah Himyar, yang terdiri dari beberapa suku terkenal, yaitu Zaid Al Jumhur, Qadha'ah dan Sakasik. 
  2. Kahlan, yang terdiri dari beberapa suku terkenal, yaitu Hamdan. Anmar, Wathi', Madzhaj, Kindah, Lakham, Judzam, Uzd, Aus. Khazraj dan anak keturunan Jafnah raja Syam. 

 

Suku-suku Kahlan banyak yang hijrah meninggalkan Yaman, lalu menyebar ke berbagai penjuru jazirah sebelum ada bencana karena kegagalan mereka dalam perdagangan, sebagai akibat dari tekanan Bangsa Romawi dan tindakan mereka yang menguasai jalan perdagangan lewat laut dan setelah mereka menghancurkan jalan darat serta berhasil menguasai Mesir dan Syam.  

Juga tidak menutup kemungkinan jika hal itu sebagai akibat dari persaingan antara suku-suku Himyar dan Kahlan, yang disudahi dengan menetapnya suku-suku Himyar dan kepindahannya suku-suku Kahlan. 

Suku-suku Kahlan yang berhijrah bisa dibagi menjadi empat golongan: 

 

  • Uzd. Hijrah mereka langsung dipimpin pemuka dan pemimpin mereka, Imran bin Amru Muzaiquba'. Mereka berpindah-pindah di negeri Yaman dan mengirim para pemandu, lalu berjalan ke arah utara. Setelah sekian lama mengadakan perjalanan, akhirnya mereka berpencar ke beberapa tempat. Tsa'labah bin Amru dari Al-Uzd menuju Hijaz, lalu menetap di daerah yang diapit Tsa'labiyah dan Dzi Qar. Setelah anaknya besar dan kuat, dia pindah ke Madinah dan menetap di sana. Di antara keturunan Tsa'labah ini adalah Aus dan Khazraj, tepat dua anak Haritsah bin Tsa'labah. Di antara keturunan mereka yang bernama Haritsah bin Amr atau Khuza'ah dan anak keturunannya berpindah ke Hijaz, hingga mereka menetap di Murr Azh-Zhahran, yang selanjutnya menguasai tanah suci dan mendiami Makkah. Sedangkan Imran bin Amr singgah di Omman lalu bertempat tinggal di sana bersama anak-anak keturunannya, yang disebut Uzd Omman, sedangkan kabilah-kabilah Nash bin Al Uzd menetap di Tihamah, yang disebut Uzd Syanu'ah. Jafnah bin Amr pergi ke Syam dan menetap di sana bersama anak keturunannya. Dia dijuluki Abul-Muluk Al-Ghassasanah, yang dinisbatkan kepada mata air di Hijaz, yang dikenal dengan nama Ghassan. Sebelum itu mereka singgah di sana, sebelum akhirnya pindah ke Syam. 
  • Lakham dan Judzam. Tokoh di kalangan mereka adalah Nashr bin Rabi'ah, pemimpin raja-raja AI-Mundzir di Hairah. 
  • Bani Tha'i. Mereka berpindah ke arah utara hingga singgah di antara dua gunung, Aja dan Salma, dan akhirnya menetap di sana, hingga mereka dikenal dengan sebutan AI-Jabalani (dua Gunung) di gunung Tha'i. 
  • Kindah. Mereka singgah di Bahrain, lalu terpaksa meninggalkannya dan akhirnya singgah di Hadhramaut. Namun nasib mereka tidak jauh berbeda saat berada di Bahrain, hingga mereka pindah lagi ke Najd. Di sana mereka mendirikan pemerintahan yang besar dan kuat. Tapi secepat itu pula mereka punah dan tak meninggalkan jejak. Di sana masih ada satu kabilah dari Himyar yang diperselisihkan asal keturunannya, yaitu Qudha'ah. Mereka hijrah meninggalkan Yaman dan menetap di pinggiran Iraq. 

Rincian tentang kabilah-kabilah ini dan hijrahnya dapat dibaca dalam buku Muhodharat Tarikhil Umam Al Islamiyyah, al-Khadhry, l/ll-l3; Qalbu Jaziratil-Arab, hal. 23l-235  

 


Ilmuwan MuslimAl Mawardi, Pencetus teori Politik Islam

article thumbnail

Di masa kekhalifahan Bani Abbasiyah, khazanah intelektualisme mengalami kemajuan yang sangat berarti. Bahkan sebagian kalangan menilai, zaman itu sebagai salah satu tonggak kebangkitan peradaban Isla [ ... ]


Muslim Lainnya