Rumah Islam

Mari Bersama Belajar dan Membangun Islam

Saturday, Nov 01st

Last update:12:28:51 AM GMT

You are here: Nabi dan Rasul Sejarah Nabi - Shafiyyur-Rahman AI-Mubarakfury Yahudi, Nasrani dan Majusi di Arab

Yahudi, Nasrani dan Majusi di Arab

Orang-orang Yahudi mempunyai dua latar belakang sehingga mereka berada di jazirah Arab, yang setidak-tidaknya digambarkan dalam dua hal berikut ini: 

 

  1. Kepindahan mereka pada masa penaklukan Bangsa Babilon dan Asyur di Palestina, yang mengakibatkan tekanan terhadap orang-orang Yahudi, penghancuran negeri mereka dan pemusnahan mereka di tangan Bukhtanashar pada tahun 587 SM. Banyak di antara mereka yang ditawan dan dibawa ke Babilonia. Sebagian di antara mereka juga ada yang meninggalkan Palestina dan pindah ke Hijaz. Mereka menempati Hijaz bagian utara. 
  2. Dimulai dari pencaplokan Bangsa Romawi terhadap Palestina pada tahun 70 Masehi, yang disertai dengan tekanan terhadap orang-orang Yahudi dan penghancuran Baikal-baikal mereka, sehingga kabilah-kabilah mereka berpindah ke Hijaz, lalu menetap di Yatsrib, Khaibar dan Taima'. Di sana mereka mendirikan perkampungan Yahudi dan  benteng pertahanan. Maka agama Yahudi menyebar di sebagian masyarakat Arab lewat orang-orang Yahudi yang berimigrasi itu, yang kemudian mereka juga mempunyai beberapa momen-momen politisi yang mengawali munculnya Islam. Saat Islam datang, kabilah-kabilah yahudi yang terkenal adalah Khaibar. Nadhir. Musthaliq, Quraizah dan Qainuqa'. As-Samhudy menyebutkan di dalam buku WaYa ‘ul WaYa’,bahwa jumlah kabilah Yahudi saat itu lebih dari dua puluh. (Qalbu Jaziratil-Arab, hal. 151) 

 

Sementara agama Yahudi masuk ke Yaman karena dibawa As‘ad Abu Karib. Awal mulanya dia pergi berperang ke Yatsrib, dan memeluk agama Yahudi di sana. Sepulangnya ke Yaman dia membawa dua pemuka Yahudi dari Bani Quraizhah, sehingga agama Yahudi menyebar di sana. Setelah As'ad meninggal dunia dan digantikan anaknya, Yusuf Dzu Nuwas, dia memerangi orang-orang Masehi dari penduduk Najran dan memaksa mereka untuk masuk agama Yahudi. Karena mereka menolaknya, maka dia menggali parit dan membakar mereka di dalam parit itu. Tak seorang pun yang tercecer, laki-laki maupun wanita, tua maupun muda. Ada yang mengisahkan bahwa korban yang dibunuhnya lebih dari dua puluh ribu hingga empat puluh ribu. Hal ini terjadi pada bulan Oktober tahun 523 Masehi. Al-Qur'an telah memuat sebagian kisah ini di dalam surat Al-Buruj. 

Sedangkan agama Nasrani masuk ke jazirah Arab lewat pendudukan orang-orang Habasyah dan Romawi. Pendudukan orang-orang Habasyah yang pertama kali di Yaman pada tahun 340 Masehi. Pada masa itu missionaris Nasrani menyelusup ke berbagai tempat di Yaman. Selang tak seberapa lama, ada seseorang yang zuhud, doanya senantiasa dikabulkan dan memiliki karamah, yang datang ke Najran. Dia mengajak penduduk Najran untuk memeluk agama Masehi. Mereka melihat garis-garis kejujuran dirinya dan kebenaran agamanya. Oleh karena itu mereka memenuhi ajakannya untuk memeluk agama Masehi. 

Setelah orang-orang Habasyah menduduki Yaman untuk mengembalikan kondisi karena tindakan Dzu Nuwas dan Abrahah memegang ke kuasaan di sana, maka agama Masehi berkembang pesat dan sangat maju. Karena semangatnya dalam menyebarkan agama Masehi, Abrahah membangun sebuah gereja di Yaman, yang dinamakan Ka'bah Yaman. Dia menginginkan agar semua Bangsa Arab berhaji ke gereja ini dan hendak menghancurkan Baitullah di Makkah. Namun Allah membinasakannya. Bangsa Arab yang memeluk agama Nasrani adalah dari suku-suku Ghassan, kabilah-kabilah Taghlib, Thai' dan yang berdekatan denga orang-orang Romawi. Bahkan sebagian raja Hirah ada pula yang memeluknya.  

Sedangkan agama Majusi lebih banyak berkembang di kalangan orang-orang Arab yang berdekatan dengan orang-orang Persi. Agama ini juga pernah berkembang di kalangan orang-orang Arab Iraq dan Bahrain serta wilayah-wilayah di pesisir teluk Arab. Ada pula penduduk Yaman yang memeluk agama Majusi tatkala Bangsa Arab menduduki Yaman. 

Sedangkan agama Shabi 'ah menurut beherapa kisah dan catatan, berkembang di Iraq dan lain-lainnya, yang dianggap sebagai agama kaum Ibrahim Chaldeans. Banyak penduduk Syam yang juga memeluknya serta penduduk Yaman pada zaman dahulu. Setelah kedatangan beberapa agama baru seperti agama Yahudi dan Nasrani, agama ini mulai kehilangan bentuknya dan surut. Tetapi tetap masih ada sisa-sisa para pemeluknya yang bercampur dengan para pemeluk Majusi atau yang berdampingan dengan mereka di masyarakat Arab di Iraq serta di pinggiran teluk Arab.