Sejarah Islam : Asal –usul Penyembahan Berhala di Jazirah Arab
Ibnu Ishaq berkata, "Ada yang mengatakan bahwa penyebab keturunan Ismail menyembah batu ialah jika mereka mengalami kesulitan di Makkah, dan ingin pergi mencari rezki di negeri-negeri lain, mereka membawa salah satu batu dari batu-batu tanah suci Makkah sebagai bentuk penghormatan mereka terhadap Makkah.
Kemudian, ketika mereka berhenti di satu tempat, mereka meletakan batu tersebut, kemudian thawaf di sekelilingnya persis seperti mereka thawaf di sekeliling Ka'bah. Itulah yang terjadi, hingga akhirnya hal tersebut telah perubahan pada mereka. Mereka menyembah batu yang mereka anggap baik dan menarik perhatian mereka.
Generasi datang silih berganti, higga pada suatu generasi yang mana generasi tersebut lupa penyikapan yang benar terhadap batu tersebut dan mengubah agama Ibrahim dan Ismail (agama Tauhid) dengan agama lainnya. Mereka menyembah berhala-berhala dan menjadi tersesat seperti umat-umat sebelumnya.
Namun, di antara mereka masih terdapat sisa-sisa pengikut Nabi Ibrahim yang berpegang teguh pada agama Ibrahim, mengagungkan Ka'bah, thawaf di sekelilingnya, melakukan ibadah haji, umrah, wukuf di Arafah dan Muzdalifah, menyembelih hewan qurban, membaca talbiyah ketiika melakukan haji dan umrah, serta tidak ketinggalan memasukkan ajaran (bid'ah) ke dalamnya. Sebagai contoh, yaitu suku Kinanah dan Quraisy ketika melakukan talbiyah berkata, "Labbaikallahumma labbaika. Labbaikan laa syariika laka illaa syarikun huwa laka. Tamlikuhi wa maa malaka (Aku sambut panggilan-Mu ya Allah, aku sambut panggilan-Mu. Aku sambut panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu kecuali sekutu tersebut menjadi milik-Mu. Engkau memilikinya dan tidak ada yang memilikinya)." Perkataan mereka ini dapat dijelaskan dengan mereka mentauhidkan Allah dalam talbiyah, namun memasukkan berhala-berhala bersama Allah dan menjadikan kepemilikan berhala-berhala tersbut di Tangan-Nya. Allah Tabaraka wa Ta'ala befirman kepada Muhamad Shallallahu Alaihi wa Sallam,
"Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahansembahan lain)." (Yusuf: 106).
Maksud ayat di atas, bahwa mereka tidak mentauhidkan Aku (Allah) karena menigetahui hak-Ku (ha Allah) namun mereka menjadikan sekutu bagi-Ku (bagi Allah) dari makhluk Ku (Allah)
Ref : As Sirah An Nabawiyah li Ibnu Hisyam, Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam al Muafiri (Ibnu Hisyam)
| Orang Yang Pertama Mendatangkan Berhala ke Makkah< Sebelumnya | Berikutnya >Teks Perjanjian Nabi saw dengan Yahudi |
|---|









