Rumah Islam

Mari Bersama Belajar dan Membangun Islam

Monday, Apr 21st

Last update:12:28:51 AM GMT

You are here: Informasi dan Iptek Pengobatan Minum Madu, Bekam dan lainnya

Minum Madu, Bekam dan lainnya

E-mail Cetak PDF
Di dalam Shahih Al-Bukhari disebutkan dari Sa' id bin Jubair, dari Ibnu Abbas, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, beliau bersabda,
"Penyembuhan itu ada tigamacam :
1.    Minum madu,
2.    Berbekam dan
3.    Sundutan api, dan aku melarang umatku sundutan dengan api."
Hadits ini juga merupakan isyarat tentang tahapan penyembuhan, yang dimulai dengan meminum obat. Disebutkannya madu, karena ia mudah dicerna, mudah larut dan halus. Jika obat yang diminum kurang efektif, maka tahapan berikutnya ialah dengan berbekam, dan tahapan yang terakhir adalah sundutan dengan api. Tentang sabda beliau, "Dan aku melarang umatku sundutan dengan api", dalam lafazh Iain disebutkan, "Dan aku tidak menyukai sundutan dengan api". Ini merupakan isyarat tentang penggunaan penyembuhan sundutan pada tahapan yang terakhir, jika cara penyembuhan yang lain tidak efektif, agar tidak ada kegergantungan kepadanya, atau cara ini tidak langsung digunakan sebelum cara-cara lain.
Tentang berbekam, disebutkan di dalam Ash-Shahihain, dari hadits Thawus, dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah meminta untuk dibekam dan memberikan upah kepada orang yang membekam beliau.
Dalam riwayat lain beliau bersabda,
"Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah berbekam. (Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim).
Manfaat berbekam cukup banyak, karena berbekam bisa mengeluarkan darah lebih banyak daripada mengoperasi bagian dalam tubuh. Adapun cara berbekam ialah dengan mengeluarkan darah lewat kulit.
Abu Nu'aim menyebutkan di dalam kitab Ath Thibbun Nabawy sebuah hadits marfu', "Hendaklah kalian berbekam di bagian tengah tengkuk, karena hal ini dapat menyembuhkan lima macam penyakit. Salah satu di antaranya ialah penyakit kusta."
Dalam hadits lain disebutkan, dapat menyembuhkan tujuh puluh dua macam penyakit.
Orang yang setuju dengan berbekam yang disebutkan ini mengatakan bahwa manfaatnya ialah membuat pandangan mata bertambah terang, menghindari pembengkakan mata dan berbagai macam penyakit mata, seperti kelopak terasa berat dan mencegah infeksi mata. Tapi ada yang menyanggah pendapat ini, karena hadits di atas tidak kuat. Kalaupun hadits ini kuat, toh berbekam dengan cara itu bisa melemahkan kerja otak belakang jika dilakukan pada saat yang tidak dibutuhkan. Tapi jika berbekam pada tengkuk itu dilakukan pada saat ada penimbunan darah di sana, maka memang hal itu sangat bennanfaat. Seperti yang diriwayatkan, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah berbekam di beberapa bagian dari tengkuk beliau, karena memang pada saat yang dibutuhkan, dan terkadang beliau berbekam di bagian lain, menurut kebutuhannya. Berbekam di bagian dagu bermanfaat untuk mengobati sakit gigi atau penyakit di bagian wajah dan tenggorokan.
Adapun waktu yang paling tepat untuk melaksanakan berbekam ialah pada tanggal tujuh belas, sembilan belas atau dua puluh satu. Tapi darah tidak boleh terlalu banyak keluar, karena bisa mematikan.

Ref : Zaadul Maad,