Rumah Islam

Mari Bersama Belajar dan Membangun Islam

Tuesday, May 22nd

Last update:11:25:17 PM GMT

You are here: Informasi dan Iptek Pengobatan Mengobati Ayan

Mengobati Ayan

E-mail Cetak PDF
Disebutkan di dalam Ash-Shahihain, hahwa ada seorang wanita kulit hitam yang menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam seraya berkata, "Sesungguhnya aku terkena sakit ayan sehingga kekuranganku terkuak. Maka berdoalah kepada Allah bagiku."
Beliau menjawab, "Jika engkau menghendaki, engkau bisa bersabar dan engkau mendapat surga. Namun jika engkau menghendaki, aku pun bisa berdoa kepada Allah agar Dia menyembuhkan dirimu."
Wanita itu berkata, "Aku akan bersabar. Tapi kekuranganku tetap saja terkuak. Maka berdoalah kepada Allah agar kekuranganku ini tidak terkuak." Maka beliau berdoa kepada Allah bagi wanita itu.
Penyakit ayan ini ada dua macam :
1.    Pertama, yang berasal dari ruh jahat di bumi dan ayan dari beberapa campuran yang buruk. (mungkin yang dimaksud ialah Kesurupan, Administrator)
2.    Kedua, sakit ayan yang sebab dan penyembuhannya seperti dikatakan para dokter.
Para pemikir dan filosof juga mengakui adanya penyakit ayan yang disebabkan oleh roh jahat, yang cara pengobatannya dengan roh yang baik dan tinggi, agar pengaruhnya menjadi hilang, seperti yang dikatakan Hippocrates, Galenos dan lain-lainnya dari para filosof Yunani Kuno. Yang mengingkari jenis penyakit ayan ini hanya karena mereka tidak tahu dan bodoh. Tapi orang yang memang mengetahuinya, tentu akan menertawakan mereka yang mengingkarinya. Cara mengobatinya (internal) ialah dengan kekuatan jiwa orang yang terkena sakit ayan karena ruh jahat ini dan memasrahkan diri secara total kepada pencipta roh itu, berlindung darinya secara benar dengan lisan dan hati. Ada pula pengobatan dari orang lain (eksternal) atas diri orang yang terkena sakit ayan, dengan mengatakan kepadanya, "Pergilah." Atau dengan membaca, "Bism illah'', atau dengan membaca, "La haula wa la quwaata illa billah". Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah mengucapkan, kepada seorang anak yang kesurupan, "Pergilah wahai musuh Allah. Aku adalah Rasul Allah."

Ref : Zaadul Maad, Ibnu Qayim al Jauziyah