Rumah Islam

Mari Bersama Belajar dan Membangun Islam

Saturday, May 19th

Last update:11:25:17 PM GMT

You are here: Ibadah Cara Sholat Nabi saw 8. Membaca ayat Al Qur'an

8. Membaca ayat Al Qur'an

8. Membaca ayat Al Qur'an 

Setelah membaca Al fatihah dan dilanjutkan dengan ucapan Aamiin, selanjutnya ialah membaca salah satu surat atau ayat - ayat yang dihapal. (HR Bukhari dan Muslim). Bacaan surat atau ayat - ayat al qur'an ini dibaca pada raka'at pertama dan kedua saja (HR Abu Dawud dan At Tirmidizi, Shahih). Setelah membaca surat atau ayat Al Qur'an ini, maka berdiamlah sejenak atau Thuma'niinah. 

Beberapa Hal Mengenai Bacaan Setelah Al Fatihah

 

1. Rasulullah saw mempercepat / memperpendek bacaannya ketika mendengar suara tangis anak.

"Pada suatu hari , di dalam sholat fajar, Nabis aw telah meringankan  (memperpendek) Qira'at (dalam hadits lain dikatakan , "Beliau melaksanakan Sholat Shubuh, lalu membaca dua surat yang paling pendek di dalam Al Qur'an"). Kemudian beliau ditanya, "Wahai Rasulullah, mengapa engkau memperingan (memperpendek)?". Beliau bersabda, "Aku mendengar tangis seorang anak bayi, dan aku mengira bahwa ibunya ikut shalat bersama kita, maka aku ingin memberikan kesempatan kepada ibunya untuknya." (HR Ahmad, shahih. Hadis lainnya diriwayatkan oleh Ibnu Abi Daud dalam Al Mashahif (4/14/2.))
"Sungguh aku akab memasuki shalat dan aku ingin memperpanjangnya, namun aku mendengar tangis anak bayi, maka aku memperingan (memperpendek) shalatku, karena aku ingin mengetahui betapa cintanya (gelisahnya) ibunya terhadap tangis (anak)nya itu," (HR Bukhari dan Muslim)

2. Rasulullah saw biasa membaca mulai dari awal surat dan menyempurnakannya.

"Berilah setiap surat itu bagiannya dari ruku' dan sujudnya." (HR Ibnu Abi Syaibah, Ahmad dan Abdul Ghani Al Maqdisi dalam As Sunan, Shahih). 
"Setiap satu surat itu mempunyai satu raka'at" (HR Ibnu Nashr dan Ath Thahawi, Shahih. Al Albani berpendapat bahwa hadis ini bermakna : "Jadikanlah seyiap raka'at itu mempunyai satu surat yang sempurna, sehingga bagian raka'at itu menjadi sempurna dengannya". Perintah ini sunat.

3. Pembagian surat : 

a. Kadang kala Rasulullah saw membagi suatu surat Al Qur'an kedalam dua raka'at (HR Ahmad dan Abu Ya'la) 

b. Terkadang mengulangi kembali seluruhnya  dalam raka'at kedua (biasa ddilakukan dalam shalat fajar / shubuh). 

c. Terkadang juga beliau saw memnyatukan antara dua surta atau lebih dalam satu raka'at. 

 

Referensi :

  •  Wahai anaku, inilah tatacara sholat sesuai Nabi disertai tata cara wudhu dan dzikir setelah sholatTim Pustaka Ibnu Katsir
  • Shifatu Shalatin Nabiyyi saw (minal Takbir ila't taslim Kaannaka Taraha)Muhammad Nashiruddin Al Albani.