Ali Radiyallahu anhu pernah melihat orang seseorang seudai sholatnya berkata , "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampun dan bertaubat kepadamu dengan segera." Maka Ali menganggapi, "Apa ini ! Sesungguhnya cepatnya lidah beristigfar adalah taubatnya para pendusta. Dan taubatmu itu memerlukan taubat lagi."
Orang itu bertanya, "Wahai Amirul Mukminin, apakah taubat itu sebenarnya ? "
Ali menjawab," Taubat ialah sebuah kata yang mempunyai enam arti :
- Taubat atas dosa-dosa yang telah lau dengan menyesal
- Taubat karena telah melakukan kewajiban-kewajiban dengan serampangan (asal-asalan, admin) adalah dengan mengulang
- Taubat karena mengambil milik orang lain secara dzalim dengan mengembalikan kepada pemiliknya
- Membiasakan diri melakukan ketaatan sebagai taubat atas kebiasaan melakukan kemaksiatan
- Membuat nafsu merasakan pahitnya taat, sebagai taubat karena sebelumnya merasakan manisnya maksiat
- Menghiasi diri dengan ketaatan kepada Allah, karena sebelumnya berhias dengan maksiat kepadaNya serta menangis sebagai ganti dari tiap-tiap tawa yang kamu lakukan."
Ref : At Tadzkirah, Bekal Menghadapi Kehidupan Abadi - Imam Syamsudin Al Qurthubi
| Tasyabuh< Sebelumnya | Berikutnya >Ta’awwudz |
|---|










