Rumah Islam

Mari Bersama Belajar dan Membangun Islam

Saturday, May 19th

Last update:11:25:17 PM GMT

You are here: Ensiklopedia A Amin

Amin

Kata âmin (آمِنٌ) adalah bentuk ism fâ‘il  dari amina (أَمِنَ) - ya’manu (يَأْمَنُ) - amnan (أَمْنًا), amanan (أَمَنًا),  amanatan (أَمَنَةً). Kata âminun  (آمِنٌ), berarti “orang yang aman atau sesuatu yang aman, selamat, sejah tera, tenteram”. Menurut  Ibrahim Anis, kata âmin (آمِن), amîn (أمِيْن) dan âmîn  (آمِيْن) mempunyai makna yang sama , yaitu ithma’anna wa lam yakhaf (اِطْمَأَنَّ وَلَمْ يَخَفْ = tenteram dan tidak merasa takut). Amina al-baladu  (أَمِنَ الْبَلَدُ) berarti “negeri yang penduduknya merasa aman tinggal di dalamnya’” (ithma’anna fîhi ahluhu = اِطْمَأَنَّ فِيْهِ أَهْلُهُ). Menurut Farid Wajdi, kata amina (أَمِنَ) mempunyai dua asal, yaitu: pertama, al-amânah (الأَمَانَة) lawan al-khiyânah (الْخِيَانَة), dengan arti sukûn al-qalb (سُكُوْنُ اْلَقَلْبِ = ketenteraman jiwa); kedua, tashdîq (تَصْدِيْق = membenarkan, percaya). Kadang-kadang kata âmîn (آمِيْن) dimaksudkan sebagai doa dengan makna “perkenankanlah” (اِسْتَجِبْ = istajib). Namun, kata âmîn (آمِيْن)  yang satu ini bukanlah ism fâ‘il, melainkan ism fi‘l amar (kata yang berbentuk kata benda, tetapi mengandung pengertian kata kerja perintah atau kalimat perintah). Bentuk penulisannya selalu dengan fathah nun, yaitu amina (أَمِنَ), barisnya tidak pernah mengalami perubahan, lain halnya dengan ism fâ‘il yang bisa mengalami perubahan sesuai dengan kedudukannya di dalam kalimat.

Kata âmin (آمِن) dalam bentuk mufrad (tunggal) disebut 6 kali di dalam Al-Quran, yaitu di dalam S. Al-Baqarah [2]: 126, S. Ali ‘Imran [3]: 97, S. Ibrâhîm [14]: 35, S. Al-Qashash [8]: 57, S. Al-‘Ankabût [29]: 67, dan S. Fushshilat [41]: 40, sedangkan dalam bentuk jamak disebutkan 10 kali.


Kata âmin (آمِن) di dalam S. Al-Baqarah [2]: 126 dan S. Ibrâhîm [14]: 35 termasuk di dalamnya rangkaian doa Nabi Ibrahim As. Ahmad Musthafa Al-Maragi menafsirkan ayat ini dengan mengatakan, “Nabi Ibrahim berdoa semoga Allah menjadikan negeri Mekah aman, terhindar dari tangan-tangan jahil yang ingin meru saknya, dan terjauh dari siksaan Allah, sebagaimana terjadi di negeri-negeri lain berupa gempa bumi, banjir besar, dan bencana alam lainnya. Ternyata doa Ibrahim tersebut dikabulkan oleh Allah Swt, sehingga negeri Mekah lebih aman dan makmur dari negeri-negeri lain di dunia”.


Kata âmin (آمِن) di dalam S. Âli ‘Imrân [3]: 97 merupakan jami nan keamanan yang diberikan Tuhan kepada orang-orang yang memasuki Masjid Haram di Mekah atau jaminan keamanan tanah suci, sementara manusia yang berada di daerah luar itu melakukan tindakan kejahatan, seperti merampok.


Kata âmin (آمِن) di dalam S. Al-Qashash [28]: 57 merupakan “perta nyaan” Tuhan kepada penduduk Mekah yang merasa khawatir, bila mereka mengikuti petunjuk Muhammad, niscaya mereka akan terusir/diusir dari negeri Mekah. Lalu Tuhan berta nya, “Apakah Kami tidak mengukuhkan kedudukan mereka di dalam negeri haram yang aman?”


Kata âmin (آمِن) di dalam S. Fushshilat [41]: 40, S. Al-Hijr [15]: 46, S. An-Naml [27]: 89, dan S. Saba’ [34]: 37 adalah rahmat keamanan yang diberikan Tuhan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh.


Semua kata âmin (آمِن) di dalam ayat-ayat Al-Quran bermakna “aman, sentosa, selamat, sejahtera”, baik dalam konteks kehidupan di dunia maupun dalam konteks kehidupan di akhirat. (Hasan Zaini)
 
Ref : psq.or.id 
Ilmuwan MuslimAl-Zahrawi, Bapak Ilmu Bedah Modern

article thumbnail

Peletak dasar-dasar ilmu bedah modern itu bernama Al-Zahrawi (936 M-1013 M). Orang barat mengenalnya sebagai Abulcasis. Al-Zahrawi adalah seorang dokter bedah yang amat fenomenal. Karya dan hasil pemi [ ... ]


Muslim Lainnya