Rumah Islam

Mari Bersama Belajar dan Membangun Islam

Thursday, Sep 09th

Last update:05:33:05 PM GMT

You are here: Aqidah Ghuluw Penyebab Ghuluw

Penyebab Ghuluw

Penyebab Ghuluw

 

1. Kebodohan dalam masalah dien yang meliputi :

a) Kebodohan akan tujuan-tujuan syari'at, diantaranya membeli jalan kemudahan bagi pemeluknya dan lain-lain.

b) Kebodohan akan batasan syari'at, mana yang halal, mana yang haram, mana yang wajib, mana yang mubah dan lain sebagainya.

c) Kebodohan dalam memahami nash-nash Kitab dan Sunnah.

2. Memperturutkan hawa nafsu

Allah berfirrman,

Tetapi orang-orang yang zhalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang akan menunjuki orang yang disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolongpun. (ar- Rum: 29)

Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar-benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa ilmu pengetahuan. Sesungguhnya Rabb-mu, Dialah yang lebih mengetahui orang - orang yang melampaui batas. (al An'am: 119)

Ini (hawa nafsu) termasuk penyebab terbesar munculnya sikap ghuluw, karena akibat hawa nafsulah banyak di antara manusia yang akhirnya menakar kebenaran itu dengan timbangan akal dan perasaan.

3. Bersandar kepada hadits-hadits lemah dan palsu

Hadits-hadits palsu, umumnya dibuat oleh segelintir orang yang tidak bertanggung jawab, demi memperturutkan ambisi dirinya membela golongan yang sesat. Atau untuk tujuan duniawi, atau untuk menggaet orang agar gandrung ibadah, atau memang sengaja membuat sensasi. Kesemuanya itu adalah sikap ghuluw alias melampaui batas.

Ibnu Abi al Hadid, seorang yang berpemahaman Mu'tazilah yang juga mantan penganut Syi'ah pernah menyatakan, Ketahuilah, bahwa asal segala kebohongan dalam wujud hadits-hadits (palsu) dalam bab keutamaan adalah propaganda Syi'ah. Pada mulanya, mereka sengaja membuat hadits-hadits palsu berkenaan dengan keutamaan sahabat mereka (Ali), yang didorong oleh rasa permusuhan mereka terhadap seteru beliau (Mu'awiyah dan lain-lain -red.)

4. Mengikuti sisa-sisa ajaran agama sebelum Islam

Sikap ghuluw kadang juga lahir akibat interaksi pemeluk Islam dengan sisa-sisa pemahaman animisme, dinamisme, paganisme, dan sejenisnya. Seperti yang banyak dalam kebudayaan suku-suku di Indonesia. Herannya, masih ada juga yang tega melabelkan Islam pada adat budaya yang jelas berbeda dengan sendi syari'at yang paling dasar sekalipun.

Adakalanya juga, sikap ghuluw itu muncul akibat pengaruh tidak langsung dari agama-agama samawi seperti Yahudi dan Nashrani yang -tentunya- sebelumnya sudah terbaluri dengan pemahaman syirik yang menjadi tradisi dan sulit berubah. Semacam trinitas dan yang lainnya.

Namun adakalanya juga sikap ghuluw itu memang sengaja disusupi oleh oknum diluar Islam yang berkedok sebagai Muslim -seperti Abdullah bin Saba'- untuk merombak keutuhan ajaran Islam dari dalam. Seperti halnya yang dilakukan oleh Souqhougronye penjajah Belanda di Aceh tempo dulu.

Dan ada juga sikap ghuluw itu datang dari sikap membabi buta yang muncul dari orang-orang yang memiliki ambisai pribadi di kalangan umat Islam antara lain ambisi duniawi; memaksakan pemahaman sesat yang dimilikinya; atau mungkin juga untuk meraih prestise melalui sensasi.

 

 

Sebagai penutup, marilah kita menyadarkan diri, bahwa perjalanan dakwah kerap kali diusik oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang mencoba mengeruhkan kemurnian ajaran Islam segala model kerancuan.

.