Rumah Islam

Mari Bersama Belajar dan Membangun Islam

Sunday, Mar 26th

Last update:12:28:51 AM GMT

You are here: Aqidah Tasyabuh Penyebab Tasyabuh

Penyebab Tasyabuh

Pertama kali yang perlu kita ketahui bahwa masalah ini (yakni tasyabbuh, pent.) adalah suatu masalah yang baru dan diada-adakan. Kalau bukan sebagai masalah baru, tentu masalah tersebut sudah terjadi, seperti yang disinggung oleh Nabi  Shallahu 'Alaihi Wasalam.

Kedua, yang harus kita ketahui berdasarkan kaidah-kaidah yang telah diuraikan di muka, bahwa orang-orang yang telah terjebak dalam tasyabbuh terhadap orang-orang kafir bukan termasuk ahlul haq dan bukan pula termasuk Ahlu Sunnah wal Jama’ah.

Sesungguhnya orang-orang yang telah terjebak dalam perangkap tasyabbuh adalah termasuk ahlul ahwa (pengikut hawa nafsu) dan ahlul iftiraq (kelompok sempalan). Tidak ada satu golongan pun yang memisahkan diri dari Ahlu Sunnah wal Jama’ah kecuali pasti di dalamnya ada unsur ketasyabbuhan dengan orang-orang kafir, sedikit atau banyak!

Sebab-sebab Pokok yang Menjatuhkan Kaum Muslimin Kepada Tasyabbuh Terhadap Orang-orang Kafir

 

  1. Tipu daya orang-orang kafir terhadap Islam dan kaum muslimin Inilah yang terjadi sejak lahirnya Islam hingga hari ini. Orang-orang kafir dengan segala jenis ajarannya, aqidahnya, serta dengan segala bentuk aturan dan hawa nafsunya berusaha memperdayakan Islam. Sebagian dari pelaksanaan program tipu daya mereka adalah menjebak kaum muslimin supaya bertasyabbuh dalam masalah aqidah, adat-istiadat, hari-hari besar dan perayaan-perayaan, serta dalam tingkah laku. Oleh karena itu dapat kita temukan, bahwa sebagian besar faktor yang menyebabkan kaum muslimin berpecah-belah adalah karena hasil tipu daya orang-orang kafir. Tidak satu kelompok pun yang menyempal dari umat (Ahlu Sunnah) kecuali kita temukan di sana salah satu penyebabnya adalah adanya sekelompok orang-orang kafir yang menyelinap di kalangan kaum muslimin kemudian menghembuskan keonaran dan perpecahan. Setelah itu mereka menyiarkan perpecahan itu di kalangan pengikut hawa nafsu dan orang-orang yang menyepelekan agama, atau kepada para tokohnya beserta para pengikutnya. Jadi tipu daya orang-orang kafir adalah merupakan pokok penyebab terjebaknya kaum muslimin ke dalam tasyabbuh. Sedangkan, Allah Ta’ala telah memberi tahu kepada kita tentang hal itu dengan firman-Nya: “Dan tidak akan rela kepadamu orangorang Yahudi dan Nasrani itu hingga kamu mengikuti agama mereka.” (QS. Al Baqarah: 120). Dan, juga firman-Nya: “Mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemadlaratan bagimu. Mereka menyukai apa-apa yang menyusahkanmu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi.” (QS. Ali Imran: 118). Kemudian firman-Nya pula: “Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya suatu kebaikan kepadamu dari Rabb-mu.” (QS. Al-Baqarah: 105). Dan firman-Nya: “Jika kamu mentaati orang-orang kafir niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran kembali).” (QS. Ali Imran: 149). Dan firman-Nya: “Jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi Al- Kitab (Nasrani dan Yahudi) niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang-orang kafir sesudah kamu beriman.” (QS. Ali Imran: 100). Jadi tidak diragukan lagi bahwa mereka (orang-orang kafir) sangat mengharapkan, bahkan dengan tiada henti-hentinya, agar kaum muslimin keluar dari agamanya. Oleh karena itu kaum kafir sekarang ini lebih gencar lagi mencurahkan tenaganya dibandingkan dengan zaman-zaman sebelumnya. Dan, setiap muslim yang mau mengamati segala yang menimpa kaum muslimin di seluruh dunia sekarang ini tentu akan bisa merasakan serbuan orang-orang kafir kepada umat Islam itu. Dan, dalam upayanya tersebut, orang kafir memusatkan perhatiannya kepada berbagai urusan di antaranya bidang aqidah, kebudayaan, keorganisasian, politik, akhlak, dan lain-lain. Sesungguhnya orang-orang kafir dan antek-anteknya telah menghimpun kekuatan untuk menjebak umat Islam ke dalam jurang tasyabbuh. Jebakan mereka tersebut lebih dasyat dari yang telah dilakukan pada zaman manapun di masa lalu.
  2. Kebodohan umat dan tidak adanya pemahaman terhadap Islam Yakni kebodohan mereka terhadap hukum-hukum agama dan manhaj Salafush Shalih (yaitu manhaj Rasulullah dan para sahabat serta tabi’in, tabi’it tabi’in, dan para imam yang mendapat petunjuk).
  3. Kelemahan umat Islam dalam bidang materi, maknawi dan kemiliteran. Sehingga menjadikan mereka merasa lemah dan kerdil, kalah dan terusir, serta dikuasai orang kafir dalam semua bidang kehidupan.
  4. Tipu daya orang-orang munafik. Kaum munafik ini tumbuh dan berkembang di kalangan kaum muslimin. Mereka adalah pelaku-pelaku ajaran itu sendiri, akan tetapi mereka sangat kuat dukungannya kepada orang-orang kafir di setiap zaman, dahulu maupun sekarang. Oleh karena itu orang-orang munafik yang ada dalam kalangan kaum muslimin ini mempunyai peranan amat besar terhadap upaya menjerumuskan kaum muslimin ke dalam tasyabbuh.

 

Adapun yang dimaksud orang-orang munafik adalah mereka yang termasuk kelompok:

 

  1. Orang-orang yang mendakwahkan dirinya muslim yang berasal dari orang-orang kafir. Mereka masuk Islam secara lahirnya saja, dengan tujuan untuk membuat tipu daya.
  2. Orang-orang yang aslinya muslim akan tetapi kemudian murtad dan menyeleweng.
  3. Orang-orang yang cenderung kepada kefasikan dan perbuatan-perbuatan dosa, walaupun ia mengaku Islam. Kebanyakan dari orang-orang yang terjebak dalam tasyabbuh dengan orang-orang kafir adalah orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit. Orang-orang semacam inilah yang menyukai tersebarluasnya hawa nafsu setan dan kekejian-kekejian di kalangan kaum muslimin, sebagaimana yang diperbuat kaum orientalis Barat dan lain-lainnya.

 

Selain faktor-faktor tadi masih banyak faktor lainnya yang menyebabkan kaum muslimin terjerembab ke dalam tasyabbuh terhadap orang-orang kafir. 

Ref : Perpustakaan Islam