Segala puji bagi Allah swt Rabb semesta alam, tidak ada permusuhan kecuali kepada orang-orang zalim, dan kesudahan adalah bagi orang-orang yang bertaqwa. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi saw yang terpercaya, semoga Allah saw memberikan rahmat kepadanya, keluarga dan sahabatnya, serta kesejahteraan yang banyak, amma ba'du:
Saudaraku seiman: sesungguhnya silaturahmi termasuk ibadah kepada Allah yang paling baik dan ketaatan yang paling agung, kedudukan yang tertinggi dan berkah yang besar, serta yang paling umum manfaatnya di dunia dan di akhirat. Oleh karena itu silaturahmi merupakan kebutuhan secara fitrah dan sosial, dituntut oleh fitrah yang benar dan dicenderungi oleh tabiat yang selamat. Sesungguhnya menjadi sempurna dengannya keakraban, tersebar kasih sayang dengan perantaraannya, serta menjadi meratanya rasa cinta. Ia adalah bukti kemuliaan, tanda muru`ah, mengusahakan bagi seseorang kemuliaan, pengaruh, dan wibawa. Karena alasan itulah berlomba-lomba kepadanya orang-orang mulia yang berakal, mereka menyambung (tali silaturahmi) kepada orang yang memutuskan dan memberi kepada orang yang tidak mau memberi, serta bersifat santun terhadap yang bodoh. Tidaklah nampak muru`ah kecuali ada padanya tali kekeluargaan yang disambung kembali, kebaikan yang diberikan, kesalahan yang dimaafkan, dan uzur yang diterima.
Sesungguhnya silaturahmi memperkuat kasih sayang dan menambah rasa cinta, serta memperkokoh ikatan kekeluargaan, Nabi saw bersabda:
" إِنَّ صِلَةَ الرَّحِمِ مَحَبَّةٌ فِى اْلأَهْلِ وَمَثرَاةٌ فِى الْمَالِ وَمَنْسَأَةٌ فِى اْلأَثَرِ "
"Sesungguhnya silaturahmi merupakan rasa cinta di dalam keluarga, menambah harta, dan memperpanjang umur" (HR Ahmad dan tirmidzi)
Sesungguhnya silaturahmi menambah umur, memakmurkan negeri, menambah keberkahan rizqi, dan memelihara kesudahan yang buruk, Nabi saw bersabda:
" مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ "
"Barangsiapa yang ingin dimudahkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi" (HR Bukhari, Muslim dan Abu Dawud)
Silatahurahmi merupakan kewajiban yang sangat ditekankan, tidak ada yang memutuskannya dan mengingkarinya kecuali orang yang telah rusak fitrahnya, buruk akhlaknya, jelek tabiatnya, dan ia sudah pantas untuk mendapat kutukan dari Allah . Firman Allah :
" فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِن تَوَلَّيْتُمْ أَن تُفْسِدُوا فِي اْلأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ . أُوْلَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَى أَبْصَارَهُمْ "
"Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan dimuka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan. Mereka itulah orang-orang yang dila'nati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka" (QS. Muhammad :22-23)
Karena itulah, Allah swt memerintahkan dalam kitab-Nya yang mulia untuk menyambung tali silaturahmi pada beberapa ayat: Allah swt berfirman:
وَاعْبُدُوا اللهَ وَلاَتُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak" (QS. An-Nisaa`:36)
Dan firman Allah swt:
وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
"Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu" (QS. An-Nisaa: 1)
Maksudnya adalah –wallahu 'alam- bertaqwalah kepada Allah swt dengan melaksanakan ketaatan dan meninggalkan perbuatan durhaka kepada-Nya, serta takutilah hubungan silaturahmi jika sampai kamu memutuskannya, akan tetapi sambunglah dan berbuat baiklah kepadanya.
Allah swt menyuruh menyambung hubungan silaturahmi setelah memerintahkan bertaqwa kepada-Nya, lalu mengingatkan para da'i-Nya yang berada diantara manusia agar menyambung tali silaturahmi, karena mereka berasal dari satu jiwa, dan untuk menunjukkan bahwa silaturahmi dilaksanakan karena mengharapkan ridha Allah swt dan merupakan salah satu pengaruh taqwa kepada Allah swt yang penuh berkah, menjadi tanda meresapnya taqwa di dalam hati, juga merupakan petunjuk kebenaran iman. Manusia yang paling menyambung silaturahmi merupakan manusia yang paling sempurna keimanannya dan paling bertaqwa kepada Rabb-nya. Kerena inilah, Nabi saw merupakan orang yang paling menyambung hubungan silaturahmi dan yang paling bertaqwa kepada Allah swt, Oleh sebab itu Khadijah radhiyallahu 'anha menyebutkan hal itu saat turunnya wahyu pertama kali, ketika beliau saw berkata kepada Khadijah radhiyallahu 'anha dan bercerita kepadanya:
" إِنِّي خَشِيْتُ عَلَى نَفْسِي "
"Sesungguhnya aku merasa khawatir terhadap diriku" Maka Khadijah berkata: Sekali-kali tidak, sesungguhnya Allah swt tidak akan pernah menghinakan engkau, karena engkau benar-benar menyambung hubungan silaturahmi…'
Diantara besarnya perkara silaturahmi, sesungguhnya Allah swt mengambil baginya satu nama dari nama-nama-Nya yang Maha Agung, dari Abdurrahman bin 'Auf ra, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda:
" قَالَ اللهُ تعالى: أَنَا اللهُ وَأَنَا الرَّحْمنُ, خَلَقْتُ الرَّحِمَ وَشَقَقْتُ لَهَا اسْمًا مِنْ اسْمِي فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ وَمَنْ قَطَعَهَا قَطَعْتُهُ "
"Allah swt berfirman, "Aku adalah Allah swt, dan Aku Yang Maha Penyayang, Aku menciptakan rahim, dan Aku mengambilkan baginya satu nama dari nama-Ku. Maka barangsiapa yang menyambungnya niscaya Aku menyambung (hubungan dengan)nya dan barangsiapa yang memutuskannya niscaya Aku memutuskan (hubungan dengan)nya."
Berdasarkan ayat-ayat tersebut dan yang lainnya, serta hadits-hadits Nabi saw ini, di samping juga yang akan disebutkan, bahwa silaturahmi merupakan perkara besar, memiliki kedudukan yang tinggi, sanjungan yang indah, dan sebutan yang baik di dunia, serta kesudahan yang indah di akhirat bagi orang yang menyambung hubungan silaturahmi dan melaksanakan hak ini dengan sebaik-baiknya.
| Beberapa Keutamaan Silahturahmi< Sebelumnya | Berikutnya >Tawadhu' |
|---|









