Rumah Islam

Mari Bersama Belajar dan Membangun Islam

Wednesday, Feb 08th

Last update:11:25:17 PM GMT

You are here: Adab, Syariah (dan Fiqih) Syariah (dan Fiqih) Ushul Fiqih Ushul Fiqih : Al-Ahkam at-Taklifiyyah

Ushul Fiqih : Al-Ahkam at-Taklifiyyah

Al-Ahkam at-Taklifiyyah

Terbagi menjadi lima, yaitu :


1. Wajib ( الواجب )
secara bahasa : ( الساقط واللازم ) "yang jatuh dan harus".
Dan secara istilah :
"Apa-apa yang diperintahkan oleh pembuat syari'at dengan bentuk
keharusan",
seperti sholat lima waktu.

Jika dilakukan mendapatkan pahala (ikhlas), dan jka meninggalkanmendapatkan adzab.

2. Mandub ( المندوب )
secara bahasa : ( المدعو ) "yang diseru".
Dan secara istilah :
"Apa-apa yang diperintahkan oleh pembuat syari'at tidak dalam bentuk keharusan", seperti sholat rowatib.

Jika dilakukan mendapatkan pahala (ikhlas), dan Jika meninggalkan tidak
mendapatkan adzab.

3. Haram ( المحرم )
secara bahasa : ( الممنوع ) "yang dilarang".
Secara istilah :
"Apa-apa yang dilarang oleh pembuat syari'at dalam bentuk keharusan untuk ditinggalkan", seperti durhaka kepada orang tua.

Jika ditinggalkan mendapatkan pahala (ikhlas), dan jika melakukan mendapatkan adzab.

4. Makruh ( المكروه )
secara bahasa : ( المبغض ) "yang dimurkai".
Secara istilah :
"Apa-apa yang dilarang oleh pembuat syari'at tidak dalam bentuk keharusan untuk ditinggalkan", seperti mengambil sesuatu dengan tangan
kiri dan memberi dengan tangan kiri.

Jika ditinggalkan mendapatkan pahala (ikhlas), dan jika melakukan tidak mendapatkan adzab.

5. Mubah ( المباح )
secara bahasa : ( المعلن والمأذون فيه ) "yang diumumkan dan diizinkan
dengannya".
Secara istilah :"Apa-apa yang tidak berhubungan dengan perintah dan larangan secara asalnya". Seperti makan pada malam

hari di bulan Romadhon.

Jika dilakukan dan ditinggalkan tidak mendapatkan ganjaran dan tidak pula adzab.

Ref : Prinsip Ilmu Ushul Fiqih, Asy-Syaikh al-'Allamah Muhammad bin Sholeh al-'Utsaimin, http://tholib.wordpress.com