Di antara adab setelah makan adalah:
1. Bersyukur kepada Allah Atas Nikmat yang Telah Diberikan-Nya
Hendaknya seseorang memuji Allah SWT dengan lisan setelah bersyukur di dalam hati serta mengakui nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepadanya. Jika seorang Muslim memuji Rabbnya setelah makan, berarti ia menunjukkan rasa syukur dan pengakuannya atas nikmat Allah tersebut. Di samping itu, ia juga sudah melaksanakan sebagian kecil dari syukur nikmat dan telah meneladani Nabi SAW Sebab, setelah makan dan minum, Nabi SAW mengucapkan :
الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَطْعَمَ وَسَقَى , وَسَوَّغَهُ وَجَعَلَ لَهُ مَخْرَجًا
"Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan, minum, dan memudahkannya untuk dicerna serta memberikannya jalan keluar." (HR Abu Dawud, Nasa'i, Ibnu Hibban dari Abu Ayyub)
Makna sawwagha adalah menjadikannya mudah masuk ke dalam saluran pencernaan.
Demikian juga jika selesai menyantap hidangan, beliau SAW mengucapkan:
الْحَمْدُ لِلّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيْبًا مُبَارَكًا فِيْهِ , الْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي كَفَانَا وَأَرْوَانَا غَيْرَ مَكْفِيٍّ وَلاَ مَكْفُورٍ , وَلاَ مُوَدَّعٍ , وَلاَ مُسْتَغْنًى عَنْهُ رَبَّنَا
"Segala puji bagi Allah dengan pujian yang melimpah, baik, dan mengandung keberkahan. Segala puji bagi Allah yang telah mencukupkan dan melepaskan dahaga kami, yang senantiasa dibutuhkan, tidak menahan anugerah-Nya, tetap diperlukan dan tidak dapat ditinggalkan, wahai, Rabb kami.” (HR Bukhari dari Abu Umamah)
Ghaira makfiyin artinya tidak butuh kepada siapa pun, tetapi Dia sendiri yang memberi makan para hamba-Nya. Laa makfurin artinya tidak menahan anugerah dan nikmat-Nya.”
Apabila makanan disuguhkan di hadapan Rasulullah SAW, beliau mengucapkan: "Bismillah" dan setelah selesai makan, beliau mengucapkan :
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ أَطْعَمْتَ , وَأَغْنَيْتَ وَأَقْنَيْتَ , وَهَدَيْتَ وَاجْتَبَيْتَ , اَللَّهُمَّ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا أَعْطَيْتَ
“ Ya, Allah, Engkaulah yang telah memberi makanan, minuman, kecukupan dan kerelaan, petunjuk, dan yang memilihnya. Ya, Allah, hanya untuk-Mu segala pujian atas anugerah yang telah Engkau berikan.”
Beliau SAW juga bersabda :
“Barang siapa selesai menyantap makanan lalu mengucapkan : ‘Segala puji bagi Allah yang memberi makan ini kepadaku dan memberi rizki kepadaku tanpa daya dan kekuatanku’, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu. Barang siapa memakai pakaian lalu mengucapkan : ‘Segala puji bagi Allah yang memberi pakaian ini kepadaku sebagai rizki dari-Nya tanpa daya dan kekuatan dariku’, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.”
Pujian seorang hamba yang ditujukan kepada Allah SWT merupakan salah satu penyebab keridhaan Allah SWT kepadanya, berdasarkan sabda Rasulullah SAW :
“ Sesungguhnya Allah ridha terhadap seorang hamba yang menyantap makanannya lalu memuji Allah atas anugerah tersebut, atau ia minum lalu memuji Allah atas anugerah tersebut.”
2. Mendoakan Orng yang Menjamu
Mendo’akan orang yang menjamu termasuk salah satu adab yang harus tetap dijaga. Sebab, hal ini termasuk mensyukuri nikmat Alllah SWT.
Nabi SAW bersabda :
“Barang siapa tidak berterima kasih kepada manusia, berarti ia tidak bersyukur kepada Allah.”
Nabi SAW pernah makan di rumah beberapa sahabatnya. Setelah selesai, beliau mengucapkan :
“ Semoga orang-orang yang baik memakan makananmu, Malaikat mendo’akan agar kamu mendapat rahmat, dan orang-orang yang berpuasa berbuka disisimu.”
Apabila Nabi SAW berbuka di tempat suatu kaum, beliau mengucapkan :
“Semoga orang-orang yang berpuasa berbuka di sisimu, orang-orang yang baik memakan makananmu, serta Malaikat turun kepadamu.”
Demikianlah adab mulia yang sepantasnya dilaksanakan oleh orang-orang yang ingin mengikuti jejak Nabi SAW. Adab tersebut berfungsi untuk mempererat persaudaraaan di antara sesama manusia dan sebagai ungkapan terima kasih terhadap orang yang telah menjamu.
3. Mencuci Mulut dan Berkumur-kumur Setelah Makan
Hal itu berdasarkan perbuatan Nabi SAW .
Diriwayatkan dari Suwaid bin an-Nu'man, ia berkata: "Kami pergi bersama Rasulullah SAW ke daerah Khaibar. Ketika sampai di daerah Shahbaa', beliau meminta agar makanan disuguhkan. Ternyata tidak ada makanan selain roti gandum. Setelah kami selesai makan, beliau bangkit untuk melaksanakan shalat dan berkumur-kumur, maka kami pun ikut berkumur-kumur.”
4. Membersihkan Gigi
Membersihkan gigi bertujuan untuk menghilangkan sisa makanan yang masih tertinggal di sela-sela gigi, baik dengan menggunakan tusuk gigi, benang khusus yang banyak beredar sekarang, sikat gigi, dan lain sebagainya. Sebab, sisa makanan yang masih menempel di sela-sela gigi akan merusak gigi dan mengganggu orang lain. Oleh karena itu, tidak pantas bagi seseorang membahayakan dirinya sendiri sebagaimana yang sudah dimaklumi.
5. Mencuci Kedua Tangan
Mencuci kedua tangan dilakukan untuk membersihkan bekas dan bau makanan, terutama jika ia hendak tidur. Nabi SAW bersabda:
"Barang siapa tidur sementara tangannya masih bau makanan dan belum dicucinya lalu ia terkena sesuatu, maka janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri.”
Ghamr artinya bau daging dan kotoran sisa makanan yang masih melekat di tangan. Sebagian ahli medis berkata bahwa beberapa jenis serangga dan hewan berbisa tertarik oleh bau makanan. Hal tersebut dapat membahayakan manusia.
6. Bersiwak (Bersugi)
Hendaknya seseorang bersiwak untuk menjaga kesehatan mulut, gigi, dan menghilangkan bau mulut. Hal ini berdasarkan keumuman hadits-hadits yang memerintahkan dan mendorong untuk bersiwak, sebagaimana akan kita bahas nanti, insya Allah.
Tidak mengapa menggunakan sikat gigi dan odol karena tujuannya sama, yaitu untuk membersihkan dan menghilangkan bau mulut setelah makan. Hanya saja, menggunakan siwak lebih baik.
7. Tidak Duduk Berlama-lama Setelah Makan
Allah SWT, berfirman:
“…dan bila kamu selesai makan, keluarlah…”(QS.AL-Ahzab:53)
Yakni, jika seseorang makan di rumah orang lain, hendaklah ia kembali pulang setelah selesai makan, kecuali jika ia mengetahui bahwa sikap tersebut tidak disukai oleh tuan rumah dan suka jika ia duduk bersamanya.
8. Berwudhu' Setelah Makan Daging Unta
Jika seseorang makan daging unta, hendaklah ia berwudhu' kembali karena para Sahabat pernah bertanya kepada beliau, tentang wudhu' setelah makan daging unta, beliau SAW menjawab:
"Berwudhu'lah setelah makan daging unta dan jangan berwudhu' setelah makan daging kambing. Shalatlah di kandang kambing dan jangan kalian shalat di tempat penambatan unta.”
9. Tidak Membawa Makanan Ketika Beranjak Pulang
Jika seseorang makan di rumah orang lain, maka janganlah ia mengambil makanan tadi dan membawanya pulang karena ini merupakan sikap yang kurang baik.
Seorang penya'ir berkata:
setelah makan, janganlah kamu bawa pulang makanan mereka, sebab membawa makanan termasuk salah satu kekeliruan.
Kecuali apabila si tuan rumah mempersilakan dan memberikannya sendiri.
10. Tidak Langsung Tidur Setelah Makan
Tidur setelah makan termasuk kebiasaan yang buruk serta dapat membahayakan kesehatan jantung dan lain-lain. Bahkan, mungkin menjadi penyebab kematian seseorang jika ia terbiasa melakukannya seumur hidup.
Sebagian ulama menyebutkan bahwa sebaiknya berjalan-jalan sebentar setelah makan. Pendapat ini dinukil dari sebagian ahli medis.
Sebenarnya, setelah makan tidak mesti langsung berjalan-jalan, bahkan mungkin hal itu kurang disukai. Di samping itu hendaklah tidak langsung tidur setelah makan.
Ref : Mausuu'atul Aadaab al Islamiyyah , Adul Aziz bin Fathi as Sayyid Nada
| Berikutnya >Adab Ketika Makan |
|---|









