| Indeks Artikel |
|---|
| Adab Ketika Makan |
| Adab Ketika Makan : 2 |
| Adab Ketika Makan : 3 |
| Adab Ketika Makan : 4 |
| Adab Ketika Makan : 5 |
| Adab Ketika Makan : 6 |
| Adab Ketika Makan : 7 |
| Semua Halaman |
ADAB ISLAMI : ADAB KETIKA MAKAN
Di antara adab - adab ketika makan yang diajarkan oleh Islam adalah:
1. Berkumpul dan Memperbanyak Orang Ketika Makan
Berkumpul dan memperbanyak orang ketika makan merupakan tindakan yang dapat mendatangkan berkah dan menanamkan cinta dan kasih sayang, serta dapat memperkuat persaudaraan di kalangan ummat Islam. Beberapa Sahabat pernah mengadu kepada Rasulullah, bahwa mereka makan, namun selalu tidak cukup. Maka beliau saw, menjawab:
"Berkumpullah ketika kalian menyantap makanan dan sebutlah nama Allah semoga kalian mendapat berkah.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan al Hakim dari Wahsyi bin Harb)
Makanan seperti ini akan mendapatkan berkah dari Allah dan makanan yang sedikit akan cukup untuk orang banyak sebagai mana sabda Rasulullah saw :
"Makanan satu orang cukup untuk dua orang, makanan dua orang cukup untuk empat orang, dan makanan empat orang cukup untuk delapan orang.” (HR Muslim dari Jabir)
2. Mencuci Tangan Sebelum Makan
Jika tangan seseorang terkena kotoran atau sejenisnya; hendaknya ia mencuci tangannya terlebih dahulu sebelum makan. Para Salaf dahulu melakukan hal ini. Jika tangan tidak terkena kotoran, maka tidak wajib mencucinya namun sangat dianjurkan. Sebab, mencuci tangan berguna untuk menjaga kesehatan dan menjauhkan diri dari bahaya. Ini merupakan adab yang sesuai dengan semangat (ruh) dan dakwah Islam.
3. Menunggu Makanan yang Panas hingga Menjadi Dingin
Menunggu makanan yang panas hingga menjadi dingin merupakan berkah yang paling agung, berdasarkan sabda Rasulullah saw :
"Sesungguhnya yang demikian itu dapat mendatangkan berkah yang lebih besar.” (HR Ahmad, ad Darimi, Ibnu Hibban, Abu Nua'aim dan Baihaqi dari Asma')
Yaitu, makanan yang masih mengepulkan asap dan makanan yang masih panas sangat berbahaya untuk kesehatan badan. Demikian juga halnya dengan makanan yang sangat dingin. Oleh karena itu, wajib mengikuti sunnah ini.
4. Tidak Meremehkan Makanan
Jangan meremehkan makanan, baik posisi orang tersebut sebagai tamu di rumah orang lain maupun berada di rumah sendiri. Sebab, meremehkan makanan berarti meremehkan nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepadanya. Hendaklah seseorang senantiasa mengingat bahwa masih banyak orang-orang yang tidak memiliki makanan. Oleh karena itu, barang siapa yang meremehkan makanan, niscaya nikmat tersebut akan dicabut darinya.
5. Tidak Mencela Makanan
Mencela makanan bertentangan dengan sunnah Rasulullah saw dan termasuk meremehkan nikmat yang telah dianugerahkan Allah. Tentunya juga dapat menyinggung perasan orang yang menyajikan makanan tersebut. Oleh karena itu Rasulullah saw tidak pernah sekali pun mencela makanan. Jika suka beliau makan dan jika tidak beliau tinggalkan.









